Mengenal Tipe Banjo Berdasarkan Jumlah Senarnya

Dalam perkembangannya, alat musik banjo mengalami cukup banyak perubahan. Dengan karakter khas yang dimiliki oleh instrumen ini, wajar saja jika banyak ide jahil para musisi dan pegiat musik yang berkreasi dan berinovasi pada alat musik ini. Hal ini pulalah yang kemudian turut menunjang kepopuleran dan eksistensi instrumen ini dari waktu ke waktu. Berdasarkan jumlah senar dan penggunaannya, banjo mengalami berbagai metamorfosis yang cukup signifikan yang awalnya diketahui sebagai alat musik para budak dari Afrika.

Banjo 4 Senar– Banjo 4 Senar
Banjo dengan 4 senar, baik banjo plektrum dan banjo tenor umummya dipakai untuk iringan chord, permainan melodi 1 senar, chord melody, gaya tremolo, hingga teknik gabungan (tremolo tunggal dengan ritme). Banjo empat senar digunakan dari waktu ke waktu di teater musikal. Banjo plektrum berupa banjo standar namun tanpa senar pendek drone dengan 22 fret serta panjang skala 26 – 28 inci. Biasanya banjo ini dimainkan menggunakan pick gitar. Sementara banjo tenor menggunakan neck pendek, tenor, dengan 17 atau 19 fret, biasanya dimainkan mengiringi plectrum. Ada pula low banjo yang populer pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 yang terdiri atas banjo cello, bass dan contrabass.

– Banjo 5 senar
Banjo 5 senar saat ini merupakan pengembangan dari desain Sweeney sebagai bentuk aslinya, dimana senar kelima umumnya memiliki pengukuran yang sama dari senar pertama, hanya saja dimulai pada fret kelima. Banjo 5 senar ini sudah mulai digunakan untuk mengiringi musik klasik sebelum abad ke-20.

Banjo 6 senar– Banjo 6 senar
Banjo 6 senar bisa dikatakan sebagai inovasi William Temlet, seorang pembuat banjo tertua di Inggris. Ia memperkenalkan banjo 6 senar yang dipatenkan pada 1869 ini di London sebagai sebuah banjo zither. Banjo ini biasanya mempunyai bagian punggung yang tertutup dengan sisi drum dari logam yang menggunakan sistem suspensi, leher serta tali dipasangkan pada tepian luar kayu.

Banjo Hybrid-Banjo Hybrid
Ada pula beberapa alat musik gabungan antara banjo dengan instrumen senar lain. Umumnya dibuat menggunakan body banjo dipadukan dengan resonator maupun leher dari instrumen lain. Alat musik ini antara lain mandolin banjo dan banjo ukulele (banjolele). Instrumen seperti ini sempat populer awal abad ke-20. Kemungkinan hal ini didorong oleh keinginan pemusik lain untuk ikut memainkan banjo yang mulai populer pada masa itu atau sekedar ingin menikmati penguat suara sebelum datangnya masa amplifikasi listrik.
Banjo 6 senar bisa dikatakan dibuat dari leher gitar yang dipasangkan melekat pada body banjo plektrum. Instrumen ini menjadi bagian dari kepopuleran jazz awal dengan berbagai nama besar yag memainkannya. Kini banjo ini memiliki banyak nama antara lain guitanjo, guitjoe, ganjo, banjitar hingga bantar. Alat ini memang menghadirkan kesan lebih metal, kasar dan keras ketimbang gitar listrik biasa. Hal ini lantaran cara amplifikasi dari mikrofon kecil dalam body banjo.

Itulah tadi alat musik banjo berdasarkan pada jumlah senar dan penggunaannya. Jika para pemain judi poker tahu tentang sejarahnya ataupun menyimpan bagian lain dari sejarah instrumen ini, jangan sungkan untuk berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *